(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

♦ I ' ° * \i ' * i ' ' ° ** \ 






L* +1*3 Qj2frJij\ C^J>tJ ^JJ jXJ>Ld> 



f - o 






0. ^ ^, .fx 



BERBAIAT 



UNTIJK SIAP MATI 



Syekh Abu Jandal Al Azdi 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Dari hamba Allah Yang Faqir Atas Ampunan-Nya 

Abdullah Muridusy Syahadah 

Kepada Kaum Muslimin Secara umum dan para aktivis 

Harokah secara khusus 

Di Mana Saja Berada 

4jIS"^jj <&! ~^-jj r»-^-^ f*>^tJl 

'*' *' •'. .1° ^ tl "t '*' ' ' M° Ml * * ' * ' ' U 

L^Jj^SJiJ L0j$JL> pj^J' U^J C«j-A4 f J^-*» J) J*-« Aii J_«J>Jl 

^ljo ^L^t jJi c^Jul cojS^j ^jilSo! ?-jJjl^4j coy»L> jj* jt 

e ' ° A -" i ' s.' ' *' <■ 

lal .Aillo ^»*>C^t jl£« <&* <J^> Ir 4 (J^ f*>^J a*>CfiJlj c4JJ*J 

JLju 



Hanya kepada Allah kita memuji, dan hanya kepada- 
Nya kita berserah diri. Dialah Allah yang tidak ada Ilah 
kecuali Dia. Yang telah bertirman: 

i' ' \'1 »' ' &, u ' • i, ', i i * ( '* • i ' ° ■* 1 1 ' *"\u ' ' ' » t" 
L« »JL*i a j%wiXJ) c_^>*j ^JJ jhjLj i! ^jo» L<JI -fP 4JJI ^g^j J-4J 

Ljy UJa ^Litj p-fc^ k-xUl Jjjli j«-f)jlS (J 



Sholawat serta salam untuk rosulullah shollallahu 
'alaihi wasallam, imamnya orang-orang bertaqwa, 
komandan para mujahidin. Yang telah bersabda kepada 
pelaku Bai'atur Ridlwan: 
3IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



u^j^ J*l ^ }°^ ^ 



Ikhwah f illah 



Dalam Risalah dan Nida'at ke-10 ini, sengaja saya 
hadirkan ke hadapan antum semua satu tema: "BerBai'at 
llllllk Siap Mati". Yang saya sadur dari salah satu tulisan 
seorang ulama' mujahid Syekh Abu Jandal Al Azdi. 

Harapan saya dengan adanya risalah ini dapat 
mendorong semangat para ikhwah sekalian untuk 
menyambut seruan membela kaum muslimin yang 
terdzolimi dan Islam yang ternodai. Sehingga 
berbondong-bondonglah kaum muslimin untuk ikut 
andil mengambil bagian dalam jihad ini. Sehingga 
mereka korbankan harta, jiwa dan nyawanya untuk 
Islam, dengan jalan Jihad Fie Sabilillah 



Ikhwahfillah 

Adapun isi risalah sebagai berikut 



Pada bulan Dzulqa'dah tahun ke-6 Hijriyah, 
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersama para 

4IBerbai'at U n t u k Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



shahabat pergi menuju Mekkah untuk melaksanakan 
Umrah. Saat itu jumlah mereka mencapai 1500-an orang, 
sebagaimana disebutkan di dalam shahihain dari Jabir 
rhodhiyallahu 'anhu. Jabir melaporkan: "Jumlah mereka 
1500 orang" . Abu Aufa menyebutkan tentang jumlah 
mereka: "Kami berjumlah 1300 orang". Qatadah 
menceritakan, aku bertanya kepada Sa'id bin Musayyib: 
"Berapa orang yang ikut serta dalam Bai'atur Ridlwan?" Dia 
menjawab: "1500 orang" . Aku berkata: " Sesungguhnya 
Jabir bin Abdullah mengatakan, bahwa jumlah mereka 1400 
orang" . Ia menjawab: "Semoga Allah merahmati keragu- 
raguannya, dia mengatakan kepadaku bahwa mereka berjumlah 
1500 orang" . 

Ibnu al-Qayyim berkata; kedua riwayat dari Jabir itu 
shahih. 

Dalam perjalanan menuju Makkah itu Rasulullah 
shollallahu 'alaihi wasallam mengirim mata-mata dari 
Bani Khuza'ah untuk mengetahui apa yang dilakukan 
oleh kaum Quraisy. Ketika mereka sudah dekat dengan 
Usfan, mata-mata itu datang, dan melaporkan : "Ketika 
aku meninggalkan Ka [ b bin Lu [ aiy, Kaum Quraisy telah 
mengumpulkan kabilah-kabilah, mereka mengumpulkan 
pasukan untuk memerangimu, serta menghalangi 
perjalananmu sehingga engkau tidak datang ke Baitullah". 
Lalu nabi mengajak para shahabat untuk 
bermusyawarah. Beliau bersabda: "Apakah pendapat kalian 

5IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



jika kita pergi menuju kaum yang mengirimkan kerabat mereka 
untuk membantu Quraisy lalu kita perangi mereka, sebab jika 
mereka diam maka sebenarnya mereka diam karena takut dan 
tak berdaya, tetapi jika mereka datang maka akan terjadi 
pertumpahan darah, ataukah kalian berpendapat kita harus 
memasuki Makkah dan siapa saja yang menghalangi maka kita 
perangi?" 

Abu Bakar ash-Shiddiq rhadhiyallahu 'anhu 
mengatakan: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu, 
sesungguhnya kami datang hanya untuk berumrah, bukan 
untuk memerangi seseorang, tetapi bila ada yang menghalangi 
kami ke baitullah kami siap memeranginya" . Maka nabi 
shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau begitu, 
bersiap-siaplah kalian melanjutkan perjalanan" '. 

Ketika semakin dekat dengan Makkah, dan kaum 
Quraisy telah siap menghadapi kedatangan Rasulullah 
shollallahu 'alaihi wasallam, maka Rasulullah hendak 
mengutus salah seorang shahabatnya. Beliau memangil 
Umar bin Khaththab untuk menjadi utusan kaum 
muslimin kepada kaum Quraisy. Tetapi Umar 
mengatakan: "Ya Rasulullah, aku tidak memiliki siapa-siapa 
di kalangan Bani Ka ] b yang akan membelaku jika aku disakiti. 
Pilih saja Utsman bin Ajjan untuk menjadi utusan, agar dia 
akan menyampaikan apa yang engkau inginkan, karena 
keluarganya masih ada di Makkah". Maka Rasulullah pun 
memanggil Utsman bin Affan, dan beliau mengutusnya 
ke Quraisy seraya bersabda: "Beritahukan kepada mereka 
6IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



bahwa kita datang tidak untuk berperang, kita hanya akan 
melakukan umrah, dan ajaklah mereka untuk masuk Islam". 

Beliau juga memerintahkan kepada Utsman untuk 
mendatangi kaum lelaki dan kaum perempuan mukmin, 
untuk memberitahukan bahwa penaklukan Makkah akan 
segera tiba dan bahwa Allah akan menampakkan agama- 
Nya di Makkah sehingga tidak perlu menyembunyikan 
iman. Maka Utsman pun berangkat. 

Ketika ia melalui kaum Quraisy, mereka bertanya: 
"Mau ke manakah kau?" Utsman menjawab: "Aku diutus 
Nabi shollallahu 'alaihi wasallam untuk menyeru kalian kepada 
Islam dan memberitahukan kepada kalian bahwa kami datang 
bukan untuk berperang, tetapi hanya untuk melakukan 
Umrah". Mereka menjawab: "Kami sudah mendengar apa 
yang kau katakan, maka lakukanlah kebutuhanmu" . Lalu 
Aban bin Sa'id bin al-Ash mendekat dan menyambutnya, 
dia menyediakan kendaraan (kudanya) dan 
mempersilakan Utsman menaiki kudanya. Dia sendiri 
menemani dan mengantarnya hingga sampai di Makkah. 

Sebelum Utsman kembali ke rombongan, kaum 
muslimin berkata: "Utsman telah berhasil sampai ke 
Baitullah sebelum kita sampai sana, dan dia sudah berthawaj" . 
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku 
tidak yakin kalau Utsman mau melakukan thawaj jika kita 
gagal melakukannya" . Para shahabat bertanya: "Mengapa 
dia tidak melakukannya, sedangkan ia telah sampai di sana?" 
7IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Rasul menjawab: "Itu perkiraanku saja. Dia tidak akan 
berthawaj di Ka'bah sebelum kita juga siap berthawaj 
bersamanya" 

Maka kaum muslimin bersepakat dengan kaum 
musyrikin untuk membuat perjanjian damai. Tetapi 
kemudian ada salah seorang dari kedua kelompok itu 
melempar kelompok lain. Maka terjadilah saling 
menyerang, mereka saling melempar batu. Beruntungnya 
masing-masing kelompok bisa mengendalikan oknum 
yang ada di dalam kelompoknya. 

Dalam saat yang tegang tersebut, sampailah berita 
burung kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam, 
bahwa utusannya, Utsman bin Affan, telah dibunuh oleh 
kaum Quraisy. Mendengar berita tersebut beliau berkata: 
"Kita tidak akan kita meninggalkan hal ini, sampai kita perangi 
mereka". Beliau bertekad untuk mengadakan peperangan, 
maka beliau meminta para shahabat untuk berbaiat. 
Maka kaum muslimin pun mengerumuni Rasulullah, 
ketika itu beliau ada di bawah sebuah pohon. Kemudian 
mereka membaiat Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam 
untuk tidak lari dari peperangan -di dalam riwayat lain 
dikatakan berbaiat untuk siap menghadapi kematian"- 
(lihat Fath al-Bari, 6:117). Rasulullah saat itu memegangi 
tangannya sendiri seraya berkata: "Ini karena Utsman". 



8IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Seluruh kaum muslimin yang ikut dalam kelompok 
itu membaiat beliau kecuali al-Jadd bin Qais. Ma'qil bin 
Yassar memegangi dahan pohon itu supaya tidak 
mengenai Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Orang 
yang pertama berbaiat adalah Abu Sinan al-Asadi. Dan 
Salamah bin al-Akwa' membaiat beliau tiga kali, bersama 
kelompok yang awal, bersama yang tengah dan bersama 
kelompok yang akhir. 



Ya, hanya karena seorang saja kaum muslimin 
bangkit dan mengadakan baiat menyatakan 
kesediaannya untuk_mati, atau untuk tidak lari dari 
kematian, sehingga Allah menurunkan ayat yang tetap 
dibaca hingga hari ini. Baiat itu dinamakan dengan Baiat 
ar-Ridlwan. Allah memberi kabar gembira kepada 
mereka yang ikut serta di dalam Bai'at Ridlwan dengan 
surga. Mereka pun disebut-sebut sebagai penduduk 
bumi yang terbaik, sebagaimana disebutkan di dalam 
shahih al-Bukhari 

u^j^ J* 1 j^ r^ 51 ^ 

"Kalian hari ini menjadi umat yang terbaik di muka bumi" 

Tetapi sekarang ini kita di Jazirah Arab dipaksa 
untuk tunduk kepada thaghut Keluarga Sa'ud, kita 
9IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



dipaksa untuk tunduk oleh tentara thaghut, pendukung 
tentara salib dalam memerangi pemimpin mujahidin 
Khalid Haj, dan saudaranya Ibrahim al-Muzaini. Allah 
tidak akan menyia-nyiakan darah mereka, dan kita akan 
membuat perhitungan terhadap pembunuhan mereka. 
Dan sesungguhnya aku sangat yakin bahwa mujahidin 
telah berazam untuk memerangi kaum dhalimin dan 
berazam untuk tidak lari dari medan jihad. Bahkan untuk 
menghadapi kematian sekalipun mereka tak akan 
mundur. Semoga Allah meridlai mereka semua. Darah 
mujahidin (Khalid Haj, Yusuf al-Uyairi, Turki ad- 
Dandani, Ahmad ad-Dakhil. dll) tidak akan tumpah 
dengan sia-sia, tetapi akan selalu hadir di medan perang. 
Bahkan darah yang tertumpah itu akan menambah 
suburnya persemaian jihad, menjadi penerang bagi 
mujahidin, dan api yang membakar kaum murtad dan 
salibis. 

Ibnu al-Qayyim rohimahullah di dalam Zaad al- 
Ma'ad berkata: "Nabi shollallahu 'alaihi wasallam membaiat 
para shahabat di dalam suatu perang untuk tidak lari dari 
medan perang. Bahkan mungkin beliau membaiat mereka 
untuk siap menghadapi kematian. Beliau membaiat mereka 
untukjihad sebagaimana beliau membaiat mereka untuk Islam, 
membaiat untuk hijrah sebelum Fathu Makkah. Beliau 
membaiat mereka untuk bertauhid, taat kepada Allah dan 
Rasul-nya. Dan beliau juga membaiat sejumlah shahabatnya 
untuk tidak meminta sesuatu kepada orang lain". 

10IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Baiat untuk siap menghadapi kematian adalah hal 
yang disyariatkan, sebagaimana telah kita lihat. Ibnu 
Katsir, di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah [7:11-12], 
menyebutkan kisah Ikrimah bin Abi Jahl pada waktu 
perang Yarmuk. "Aku telah tnemerangi Rasulullah 
shollallahu 'alaihi wasallam di beberapa medan, pantaskan jika 
aku lari darimu pada hari ini?". Kemudian berseru: 
"Siapakah yang mau berbaiat untuk siap menghadapi 
kematian?" Maka berbaiatlah pamannya, al-Harits bin 
Hisyam, Dlarar bin al-Azwar, di hadapan 400 tokoh 
kaum muslimin beserta pasukan mereka. Lalu mereka 
berperang di bawah panglima Khalid, sehingga mereka 
terluka. Dan ada beberapa orang yang gugur, di 
antaranya adalah al-Azwar rhadhiyallahu 'anhu. 

Al-Waqidi dan yang lainnya menyebutkan bahwa 
ketika mereka yang terluka merintih dan meminta air, 
maka kawan-kawan mereka mengambilkan segelas air. 
Ketika air itu tiba pada salah seorang dari mereka, karena 
ia juga mendengar rintihan kawan yang lain maka ia 
berkata: "Berikanlah pada yang lain dulu" , maka air itu pun 
di bawa kepada orang yang lain. Dan ketika air itu 
sampai pada orang yang kedua, ia pun mengatakan: 
"Berikanlah kepada yang lain dulu " . Tetapi ketika air itu di 
bawa kepada orang yang ketiga, orang itu telah 
meninggal sebelum sempat meminumnya. Dan ketika di 
bawa kembali kepada orang yang kedua, ia pun juga 
telah meninggal, demikian juga orang yang pertama. 

lllBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Dengan demikian, mereka semua meninggal tanpa 
sempat meminum seteguk air pun, dan Allah pun 
meridlai mereka semua". 

Kisah ini telah datang untuk menguatkan keabsahan 
ba'iat untuk mati. Baiat ini telah dikuatkan melalui 
pandangan mata, dan pendengaran telinga lebih dari 
seribu shahabat, seratus orang di antara mereka adalah 
ahlul badr (pahlawan badar) dan para pemimpin tentara 
saat itu, Khalid bin Walid. Dan tidak diingkari bahwa 
saat itu terdapat Ikrimah, bahkan para ulama' 
menguatkan keberadaannya pada saat itu. Ibnu Katsir 
mengatakan: "Saif bin Umar dengan sanadnya dari guru- 
gurunya melaporkan, "Mereka mengatakan tentang jama [ ah 
kelompok —tentara muslimin di Yarmuk, seribu shahabat, 
seratus orang di antaranya adalah pahlawan Badr" . 

Sayyid Quthb mengatakan: "Pelajaran ini, yakni 
Bai'atur Ridlwan, semuanya berbicara tentang orang mukmin, 
dan berbicara kepada orang mukmin. Berbicara kepada 
kelompok untuk yang beruntung, kelompok yang telah 
membaiat Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam di bawah 
suatu pohon, dan Allah menyaksikan dan mengukuhkan baVat 
ini, tangan-Nya di atas tangan mereka semua dalam baVat ini. 
Barisan itulah yang mendengar firman Allah kepada 
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam; 



12IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



L» j»JL*3 $ps-M\ C— >BJ 0_) a*jLj il (jj^* J-oJ' /r^ *"■)' / C^J -*-^ 
l> , t> s s^ s ' ' i" ** 

" Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang 
mu ] min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, 
maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu 
menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan 
kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." 
(QS. Al-fath: 18) 

Kelompok ini juga mendengar Rasulullah saw 
bersabda: 

yJA jvf > (J j# 

"Kalian hari ini menjadi umat yang terbaik di muka bumi" 

Saat ini, setelah berlalu sepanjang 1400 tahun aku 
ingin menghadirkan kembali kemuliaan suci itu, di mana 
seluruh al-wujud menyaksikan tabligh yang mulia dari 
Allah yang Maha Tinggi lagi maha agung kepada Rasul- 
Nya al-amin mengenai jama'ah kaum muslimin. Aku 
berusaha untuk mencari kamualiaan pada lembaran al- 
wujud dalam kesempatan yang tersembunyi; yaitu yang 
saling berjawab dengan tirman Ilahi yang mulia, 
mengenai tokoh-tokoh yang saat itu terlibat . . . Dan aku 

13IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



berusaha untuk berempati dengan dzat sesuatu dari 
kondisi mereka yang berbahagia, yang mendengarkan 
dengan telinga mereka, bahwa yang dimaksudkan dalam 
tirman Allah adalah diri mereka, pribadi-pribadi 
mereka... Allah bertirman tentang mereka; bahwa Dia 
telah meridlai mereka, menentukan tempat mereka 
berada, dan bentuk tindakan yang mereka lakukan 
sehingga berhak mendapatkan keridlaan ini; "Ketika 
mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon". Mereka 
mendengarkan hal ini dari nabi mereka yang benar dan 
terpercaya, atas nama Rabbnya yang agung. 

Ya Allah, bagaimana mereka menemukan saat yang 
suci ini, dan ini adalah tabligh ilahi? Tabligh yang 
menunjuk kepada setiap orang, dalam dirinya sendiri, 
dan mengatakan kepadanya; "Engkau adalah engkau 
sendiri yang telah disampaikan oleh Allah pada derajat telah 
diridhai, ketika engkau berbai'at di bawah pohon. Allah 
mengetahui apa yang ada di dalam jiwamu, lalu Dia 
menurunkan ketenangan kepadamu!" 

Salah seorang di antara kita membaca ayat Allah; 

T x ° * 1 1 t ^ ' 

\y^>\ jj-AJ' ^Jlj aWi, maka dia merasa bergembira. Dia 

mengatakan di dalam hatinya: "Bukankah aku merasa ingin 
untuk termasuk ke dalam kelompok ini?" Ada lagi yang 

membaca atau mendengar: ^^jU^J) *_« aMi u\, maka ia 

merasa tenang. Ia berkata dalam dirinya; "Bukankah aku 

14IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



berharap untuk menjadi salah seorang di antara mereka yang 
bersabar?" Dan tokoh-tokoh itu mendengar dan 
disampaikan, satu per satu, bahwa Allah mengangkatnya 
secara khusus, dan menyampaikan: "Dia telah 
meridlainyal" Sementara Dia mengetahui apa yang ada 
didalam jiwanya, dan meridlai apa yang ada di dalam 
jiwa nya. 

Ya Allah, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang 
mengagumkan 

\' ' \'' *" *t.\\ ' ° - 'c I ' ■* I '* ' \ ' ° * I i ' * \\\ ' ' ° '*\ 

L« *!*& flj3st»XJ) C-~>*j tfjj ijt)Lj il tjCj>k*j\ •£- 4JU1 ^rt^j -*-fiJ 
Lij L>Ja a-^jIjTj jt-^i^ ^xUl JjjU l^jjii (J 

" Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang 
mu ] min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, 
maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu 
menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan 
kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." 
(QS. Al-Fath: 18) 

Allah mengetahui semangat keagamaan yang ada 
didalam hati mereka, bukan semangat karena hawa 
nafsu. Allah mengetahui keyakinan yang tertanam di 
lubuk hati mereka yang tertuang dalam baiat, dan Allah 
mengetahui kemarahan yang meluap di dalam hati 
karena aksi mereka berhadapan dengan peperangan dan 

15IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



aturan... agar berdiri di belakang kalimah Rasulullah 
seraya taat, tunduk dan sabar 

Lalu Allah menurunkan ketenangan atas mereka. 
Dengan ungkapan ini yang menggambarkan turunnya 
ketenangan di tengah kegalauan, kekhawatiran dan 
gejolak, yang meleremkan hati yang sedang bergejolak 
membara menjadi sejuk, damai, tenang, dan fresh. 



Selanjutnya, aku kemukakan beberapa pertanyaan 
kepada setiap kaum muslim yang membaca tulisan ini, 
sebagai bahan renungan; 

Di manakah kepedulian kita, terhadap Syaikh Umar 
Abdurrahman di penjara Amerika? 

Di manakah perhatian kita terhadap Mujahid Ramzy 
Yusuf, Mujahid Abu Hajir al-Iraqy yang ditahan di penjara 
Amerika? 

Di manakah solidaritas kita terhadap saudara-saudara kita 
yang tertawan di Guantanamo. Di manakah kepedulian kita 
terhadap ulama [ kaum muslimin yang ditahan di penjara- 
penjara thaghut murtad? 



16IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



Dan di mana pula perhatian kita terhadap kaum 
mustadVafin lainnya yang bersembunyi di balik tembok- 
tembok? 

Ya Allah, saat itu terjadilah bai'at untuk mati, baiat 
untuk tidak lari dari kematian karena membela seorang 
saja, yakni Utsman bin Affan, karena membela 
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Padahal hari ini 
ratusan ribu saudara kita terbunuh dan tertawan tetapi 
tidak ada selembar rambut kita tidak bergerak, kita tidak 
berbai'at kepada Allah dengan baiat yang benar yang 
akan menghapus kesalahan-kesalahan kita. 

Di manakah orang-orang yang membenarkan apa yang 
telah dijanjikan Allah? Di manakah pemuda Islam? Di 
manakah orang-orang yang akan berperang membela agama 
mereka, kehormatan mereka, saudara-saudara mereka dan 
ummat mereka? 

Agama kita telah diperangi, Rabb kita dan nabi kita 
shollallahu 'alaihi wasallam telah dicaci maki, dan negeri 
kita dijajah, sementara kita berepecah-belah, lalai dan 
sibuk dengan urusan kita sendiri. Harta kita telah 
dirampas, sementara kita menutup mata. Pahlawan- 
pahlawan dan tokoh-tokoh pilihan kita telah terbunuh, 
sementara kita diam seribu bahasa. 

Sampai kapankah wahai umat Islam...? Sampai 
kapan..? Sampai kapan. . .? 

17IBerbai'at Untuk Siap Mati 



Risalah Dan Nida'at Ke-10 



f?^ (*-*^J ij^ (*-*' -ijS Jr f-*^J ^ L^-^- 

Jk\j VI ay Vj J^p- V 
*j-*»j ^IIp *ill (Ju^ JUk>^« uJ j-"j [J^ ^iil /Ju^j 

4j15^jj aJJI 'Ujj-jj *3sJLP f*^LJIj 



Bumi Allah, 1 Tuni 2009 M. 
7JumadilAkhirl430H. 



Disadur dari Majalah Shaut al-jihad, no 13. Dari 
www.tawhed.ws/r-i-2530.htm 



18IBerbai'at Untuk Siap Mati